Lanjut Studi Doktor Ilmu Teknik-Univ. Udayana, Bali

Lanjut Studi Program Doktor Ilmu Teknik, Universitas Udayana, Bali-2019.

Bulan September 2019 ini akhirnya saya mulai stay di Bali untuk melanjutkan studi pada Sekolah Pascasarjana Program Doktor Ilmu Teknik dengan konsentrasi bidang Arsitektur untuk Tahun Akademik 2019/2020. Bali dipilih karena fokus kajian riset saya pada arsitektur tradisional. Bali merupakan salah satu daerah yang sangat kaya akan kearifan lokal arsitektur tradisionalnya. Semoga studi saya berjalan lancar dan lulus tepat waktu; Semoga bisa menyelesaikan studi 2,5 tahun, amiinnnnn yaa robbal alamiinnn…. :). 

Launching Buku Arsitektur Nusantara_2019

PROLOG PENULIS

Melihat arsitektur Nusantara itu seperti melihat pelangi dan memandang hujan yang rintik-rintik jatuh ke bumi; warnanya yang indah, bentuknya yang melengkung, serta butiran air yang lembut satu demi satu membasahi bumi. Warna-warni pelangi seolah melukiskan keberagaman kekayaan arsitektur tradisional di Nusantara yang kaya nilai, norma, dan estetika. Bentuk yang melengkung menjangkau dari ujung ke ujung, seolah memberitahukan kepada dunia bahwa Indonesia sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianga sampai ke Pulau Rote. Arsitektur Nusantara adalah butiran air dan mata air kehidupan yang berpegang pada janji leluhurnya. Arsitektur Nusantara adalah manifestasi nilai-nilai keberagaman yang indah, bening, menyejukkan; seindah pelangi, sejernih butiran air hujan yang mampu menyejukkan hati.

Nusantara merupakan pelangi alam semesta, anugerah Sang Pencipta Alam. Kekayaan tersebut terpancar salah satunya pada karya arsitektur adiluhung, berakar pada tradisi para leluhur. Bangsa Indonesia harus bersyukur dengan keanekaragaman arsitektur yang eksotik dibingkai oleh Bhinneka Tunggal Ika. Kita boleh kagum dengan arsitektur Barat, tetapi kita harus lebih bangga dengan arsitektur Nusantara sebagai jati diri dan identitas bangsa sesuai dengan karakteristik daerahnya masing-masing. Sunda dengan imah panggungnya, Jawa dengan omah joglonya, Bali dengan asta kosala-kosalinya, Toraja dengan tongkonannya, Papua dengan honainya, dan lain-lain. Kesemuanya itu adalah karya para ‘arsitek lokal’ yang hanya mengandalkan naluri, mata hati, ketajaman mistik, serta pengalaman yang terukur. Para calon arsitek muda harus mau belajar kepada tukang bas, kalang, undagi, dan pande. Pengalamannya dalam mendesain harus dipelajari sebagai preseden yang dapat diterapkan sebagai bagian dari roh dalam setiap konsep dan karyanya.

Semangat yang ingin dibangun dari buku ini adalah menggelorakan rasa bangga pada mahasiswa arsitektur akan keanekaragaman karya adiluhung bangsanya. Saya sangat prihatin bila melihat beberapa karya arsitek di Indonesia (banyak) yang kehilangan identitas lokal daerahnya, termasuk karya tugas akhir mahasiswa yang cenderung (lebih banyak) berkiblat pada Barat ketimbang negaranya sendiri. Misalnya konsep bangunan tropis di Indonesia yang sering ‘terlupakan’ atau ‘dilupakan’. Arsitektur tradisional di Nusantara (mungkin) oleh sebagian kalangan dianggap kolot, jadul, ketinggalan zaman, atau tidak up-date. Padahal itu tidak benar! Keliru besar!. Arsitektur tradisonal selalu up-date, terbarukan, mengikuti perkembangan zaman, harmoni, serta menjaga keseimbangan dengan alam. Contohnya green architecture yang muncul di era modern ini justru berasal dari konsep arsitektur tradisional. Semoga buku ini mampu merubah anggapan yang keliru dan menjadi penawar lupa. Selamat membaca, terima kasih.    

Bandung, 20 Juni 2019

Nuryanto    

 

 

Lina Latifah-PTA: Peringkat I Mawapres FPTK-2018

PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI TINGKAT FPTK-2018

Hari Senin, 29 Januari 2018 menjadi hari yang sangat bersejarah untuk Lina Latifah (PTArs’2015) dari Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur, Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI, karena Lina terpilih sebagai Juara I pada ajang pemilihan Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES) untuk tahun 2018 di tingkat Fakultas (FPTK). Hal tersebut juga secara tidak langsung menjadi kebahagiaan bagi Keluarga Besar Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur, karena dua kali berturut-turut menjadi Juara I pada ajang bergengsi  tersebut, setelah pada tahun 2017 Nisrina Qurrotu’Aini El-Yusuf (PTArs’2014) juga menjadi Juara I MAWAPRES tingkat FPTK dan Juara II MAWAPRES tingkat UPI. Untuk tahun 2018 kali ini kegiatan pemilihan mahasiswa terbaik dilangsungkan di Auditorium Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan UPI. Dalam acara ini, terdapat 6 finalis mahasiswa berprestasi dari program S-1 yang telah lolos dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi Tingkat Departemen/Prodi.

Lina Latifah mampu meyakinkan Dewan Juri untuk menjadi yang terbaik I dan menyisihkan kelima pesaingnya yang berasal dari berbagai departemen di lingkungan FPTK. Keenam finalis tersebut adalah Fikri Arif Wicaksana (Departemen Pendidikan Teknik Elektro), Lina Latifah (Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur), Rahman Arief Setiawan (Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga), Reiva Karina Noviarini (Departemen Pendidikan Teknik Sipil), Sigit Agung Mardani (Departemen Pendidikan Teknik Mesin), Lili Nailufhar (Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri).

Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Ana, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPTK UPI dilanjutkan dengan presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang telah dibuatnya di hadapan para penilai. Diharapkan para finalis membuat karya tulis ilmiah yang berisi solusi berbagai permasalahan di Indonesia berdasarkan bidang ilmu para finalis. KTI ini juga digunakan sebagai salah satu persyaratan sekaligus unsur penilaian dalam proses seleksi mahasiswa berprestasi di samping berbagai capaian prestasi yang ditunjukkan dengan sertifikat, kemampuan Bahasa Inggris, Indeks Prestasi Kumulatif, dan klarifikasi Curriculum Vitae.

“Finalis yang mewakili dari setiap Departemen akan dipilih mewakili Fakultas, perjalanan dari tahun ke tahun, tahun 2015 sampai dengan sekarang FPTK UPI posisinya ada di posisi 2, kita yakin bahwa perlu usaha lagi untuk meyakinkan para juri di tingkat Universitas agar wakil dari Fakultas bisa jadi wakil UPI lalu masuk ke nasional, karena tahun kemarin kita punya prestasi membanggakan di UPI masuk finalis UPI 15 besar, dulu juga FPTK pernah masuk tingkat nasional. Sebagai calon mahasiswa berprestasi bukan hanya saja nilai akademik yang diniliai, tapi juga kemampuan menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi bagian terpenting, keaktipan dalam berorganisasi,yang paling menonjol penilaian prestasi dari masing-masing calon, tonjolkan apa yang dimiliki berdasarkan portopolio, pemenang tingkat nasional ternyata prestasi nasional cukup banyak,aktif di masyarakat cukup banyak, prestasi lainnya juga, akademiknya, attitude, cara komunikasi yang baik. Belajar dari para pemenang, tantangan kita hari ini mengambil yang terbaik untuk fakultas.

Setelah mengikuti seleksi yang cukup panjang dan diskusi oleh tim penilai, mengingat semua 6 besar finalis adalah mahasiswa terbaik dengan sederet prestasi nasional dan internasional yang tidak dapat diragukan lagi kredibilitasnya. Akhirnya dipilihlah juara mahasiswa berprestasi FPTK UPI, yaitu: Lina Latifah Peringkat ke-1; Lili Nailufhar, Peringkat Ke-2; Fikri Arif Wicaksana, Peringkat Ke-3; Rahman Arief Setiawan, Peringkat Ke-4; Sigit Agung Mardani, Peringkat Ke-5; dan Reiva Karina Noviarini, Peringkat Ke-6. 

SELAMAT yaa Lina, semoga tetap menjadi yang terbaik dan menjadi juara I MAWAPRES tingkat UPI. Kita dukung Lina Latifah pada pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat UPI, mohon doa dan dukungannya kepada Civitas Akademika Arsitektur DPTA FPTK UPI. Terimakasih. (Sumber: Nuryanto/04/03/2018 dan portal berita FPTK). 

Observasi Matakuliah Arsitektur Wisata ke Subang

BELAJAR ARSITEKTUR DARI ALAM: “Telusur Setu Wanayasa dan Curug Cijalu”


Mahasiswa Arsitektur Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur (DPTA) FPTK Universitas Pendidikan Indonesia melakukan observasi ke Setu Wanayasa yang ada di Desa Wanayasa Kabupaten Purwakarta dan Curug Cijalu di Kabupaten Subang-Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kuliah lapangan pada Matakuliah Arsitektur Wisata (AT. 432) Program Studi Arsitektur DPTA FPTK UPI. Mahasiswa yang mengambil matakuliah ini sebanyak 11 orang didampingi oleh dosen pengampu (Nuryanto). 


Tujuan utama observasi lapangan ini adalah untuk mempelajari dan menggali potensi-potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi desa-desa wisata berbasis kearifan lokal. Kabupaten Purwakarta dan Subang merupakan dua dari sekian banyak daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi sangat besar untuk pengembangan daerah-daerah wisata. Mahasiswa yang melakukan observasi tersebut ditugaskan untuk memotret kondisi dan potensi yang ada di Desa Wanayasa (Setu Wanayasa) dan Curug Cijalu untuk dijadikan bekal dalam membuat usulan perencanaan dan perancangan desa wisata. Usulan tersebut akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah setempat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaannya agar menjadi masukan bagi para pemangku kebijakan dalam mengembangkan daerah wisatanya (Sumber: Nuryanto, 10/11/2017).  

Pameran Karya Mahasiswa Arsitektur DPTA-2017

PAMERAN ARSITEKTUR-DPTA FPTK UPI: “Dari Mahasiswa Arsitektur untuk UPI”

Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK Universitas Pendidikan Indonesia bekerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Arsitektur Kridaya (KMA-K), menggelar Pameran Karya Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur yang digelar di lobby Gedung Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia. Pameran tersebut diselenggarakan dari tanggal 24-31 Oktober 2017. Secara umum, kegiatan tersebut bertujuan untuk mempublikasikan Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur serta beberapa karya hasil sayembara arsitektur dan tugas-tugas kuliah lainnya. Karya Tugas Akhir Arsitektur yang dipajang merupakan produk dari matakuliah penyelesaian akhir studi berupa proyek desain meliputi desain terminal bus, rumah sakit, museum budaya, apartemen, mesjid, bandara, stasiun kereta api, sekolah, kampung wisata, perguruan tinggi, kantor sewa, dan lain sebagainya. Tugas Akhir Arsitektur tersebut sebagai syarat kelulusan studi dalam meraih gelar Sarjana Arsitektur yang dibimbing langsung oleh para Dosen Pembimbingnya. Di samping itu, pameran tersebut juga dilaksanakan dalam rangka turut memeriahkan Dies Natalis ke-63 Universitas Pendidikan Indonesia.


Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia, Bapak Dr. H. Solehuddin, M.Pd., secara resmi membuka pameran yang dihadiri oleh para pimpinan departemen, Program Studi, dan para mahasiswa di lingkungan Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK serta mahasiswa UPI lainnya. Dalam sambutannya, Wakil Rektor mengatakan bahwa “Mahasiswa Arsitektur UPI juga mampu bersaing dan tidak kalah prestasinya dengan mahasiswa dari kampus lainnya”. Senada dengan Wakil Rektor, Ketua Program Studi Arsitektur, Tutin Aryanti, Ph.D. juga mengatakan bahwa banyak prestasi yang dicapai oleh mahasiswa arsitektur, antara lain: Juara 1 Sayembara Nasional desain rumah bagi kaum marjinal di UNHAS, Makassar-Sulawesi Selatan; Juara 1 Sayembara Nasional mycrohouse di UNS, Solo-Jawa Tengah; Juara 1 International Architecture Workshop: Yahata Past and Present di The Kitakyushu University, Japan, dan lain sebagainya. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa arsitektur UPI mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional dan internasional.


Pameran dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor dengan ditandai pemukulan gong dan sketsa bebas yang digoreskan oleh Bapak Wakil Rektor di kertas gambar. Setelah itu, didampingi oleh para pimpinan departemen dan para dosen berkeliling mengamati dan berdialog tentang beberapa display gambar dan maket desain yang ada di lobby museum. Dalam kesempatan dialog tersebut, Wakil Rektor juga berharap kegiatan serupa tetap dilaksanakan pada setiap tahunnya untuk ekspose hasil karya mahasiswa arsitektur UPI, tidak hanya di dalam kampus tetapi juga ke luar kampus. Seluruh karya mahasiswa Arsitektur DPTA FPTK UPI tersebut secara tidak langsung menjadi bukti sekaligus pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswanya sebagai calon-calon arsitek masa depan yang mampu mengangkat dan memperkuat citra UPI sebagai kampus yang Leading and Outstanding University (Sumber: Nuryanto; 24/10/2017).  

SEMNAS Arsitektur, UNIKA Semarang, 20-09-2017

SEMINAR NASIONAL ARSITEKTUR: “Arsitektur Populis dan Tantangan Masa Kini”


Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang-Jawa Tengah bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan seminar nasional dengan tema: “Arsitektur Populis dan Tantangan Masa Kini”. Seminar tersebut bertempat di ruang Auditorium Gedung Thomas Aquinas, Pasca Sarjana UNIKA lantai tiga. Seminar Arsitektur Populis juga sebagai rangkaian dari acara Dies Natalis ke-50 Program Studi Arsitektur UNIKA. 


Tujuan dasar seminar ‘Arsitektur Populis dan Tantangan Masa Kini’ adalah untuk menghimpun pemikiran dan saran dari akademisi, praktisi, serta masyarakat untuk membuat rumusan penting tentang konsep pembangunan yang menitikberatkan keberpihakan arsitek pada masyarakat menengah ke bawah. Dalam tema tersebut juga disinggung tentang “Community Base Developmenet”, atau pembangunan berbasis masyarakat. Seminar diikuti sekitar 200 peserta diisi oleh tiga pembicara yakni Rudyanto Soesilo dari Unika Soegijapranata, Tjuk Kuswartojo merupakan pendiri Penelitian Lingkungan Hidup Institut Teknologi Bandung dan PrIe GS merupakan budayawan asal Semarang.


Dosen dari Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK Universitas Pendidikan Indonesia yang mengikuti dan menjadi pemakalah pada seminar tersebut yaitu: Nuryanto yang mempresentasikan hasil penelitian PPKBK Tahap II tentang “Model desain rumah ramah banjir di Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung dengan inspirasi Arsitektur Tradisional Sunda“, dan Erna Krisnanto yang mempresentasikan tentang “Keandalan Struktur dan Konstruksi Rumah Gempa“. Secara keseluruhan acara tersebut berjalan lancar, dan ditutup oleh Ketua Program Studi Arsitektur UNIKA (Sumber: Nuryanto, 21 September 2017).    


Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada: Seminar Nasional Arsitektur UNIKA 20 September 2017

 

Mengantar KKN Mahasiswa UPI ke Kab. Subang

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UPI ke Kec. Compreng Kab. Subang-Jawa Barat

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan sebagai salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi. Sejalan dengan dinamika yang terjadi, baik pada tingkat masyarakat, pemerintah daerah, pemerintah pusat maupun dunia global, maka dewasa ini program KKN UPI diarahkan menjadi KKN tematik berbasis pendidikan sebagai wahana pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat dipandang oleh UPI sebagai program yang wajib dilaksanakan, baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa, dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip: (1) kompetensi akademik, (2) kewirausahaan, dan (3) profesional, sehingga dapat menghasilkan program pengabdian kepada masyarakat yang bermutu, relevan, dan sinergis dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. KKN tematik adalah program KKN dengan fokus yang spesifik dengan ciri: (1) relevan dengan program pembangunan daerah atau pemerintah pusat, (2) relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan (3) relevan dengan visi, misi, renstra, kepakaran, dan IPTEKS yang dimiliki UPI. Program KKN tematik berbasis pendidikan ini didasarkan kepada prinsip-prinsip pendidikan, yaitu ing ngarso sung tulodo,ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani.

Saya membimbing dua kelompok KKN Tematik Keaksaraan dan Usaha Mandiri (KUM), yaitu: (1) Desa Mekarjaya Kecamatan Compreng Kab. Subang sebanyak 10 orang dengan ketua kelompok Cahyo; (2) Desa Compreng Kecamatan Compreng Kab. Subang sebanyak 11 orang dengan ketua kelompok Prasetio. KKN KUM ini mulai dilaksanakan mulai dari 20 Juli sampai dengan 28 Agustus 2017. Kelompok KKN KUM di Kecamatan Compreng secara resmi diterima oleh Camat Kecamatan Compreng, yaitu Bapak Deny Setiawan, S.Ip. dan seluruh muspika. Dalam sambutannya, Camat berpesan agar para mahasiswa mampu memberikan pendampingan dan pencerahan kepada masyarakat di desa-desa lokasi KKN, terutama dalam hal pendidikan (pemberantasan buta aksara), serta kemandirian masyarakat (wirausaha). Camat dan jajaran muspika yang hadir sangat menyambut gembira kedatangan mahasiswa dari UPI yang didampingi oleh dua orang dosen pembimbing lapangan (DPL); Bapak Nuryanto dan Ibu Riskha Mardiana. Acara penerimaan dilakukan di pendopo gedung kecamatan pada pukul 14.35-14.10 WIB. Dalam akhir sambutannya, Camat berharap agar kegiatan KKN mahasiswa UPI terus dapat dilanjutkan (sustainable) bahkan diharapkan menjadi desa-desa binaan UPI dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk memajukan dan mencerdaskan bangsanya (Sumber: Nuryanto, 24/07/2017).

Sidang Tugas Akhir Sarjana Arsitektur-Juni 2017

Sidang Tugas Akhir Sarjana Arsitektur-Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI

Selasa, 13 Juni 2017 di Bulan Suci Ramadhan 1438 H merupakan hari bersejarah bagi keempat mahasiswa: (1) Dwina Kamaranti (mahasiswa lanjutan D3); (2) Ai Neni Sriyani (mahasiswa reguler S1); (3) Rosa Meliana (mahasiswa lanjutan D3); (4) Indah Octavia (mahasiswa reguler S1) untuk mempertahankan karyanya dalam sidang tertutup Tugas Akhir Arsitektur. Sidang dihadiri oleh para pimpinan departemen, program studi, dan fakultas. Sidang dibuka secara resmi oleh Dekan FPTK, Prof. Dr. Mokhamad Syaom Barliana, M.Pd., M.T.  

Tugas Akhir Ai Neni Sriyani berjudul: “SMK Seni Pertunjukan di Ujung Berung Kota Bandung” dengan menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Sunda dibimbing oleh Tutin Aryanti, Ph.D. (I) dan Nuryanto, S.Pd., M.T. (II). Desain yang ditampilkan sangat menarik, karena mampu memadukan dua unsur yang berbeda, yaitu modern dan Tradisional Sunda. Bentuk atap julang ngapak dan konsep panggung menjadi dasar pertimbangan yang dipilih dalam rancangan sekolah tersebut. Sedangkan judul Tugas Akhir Rosa Meliana adalah: “Stadion Sepak Bola Cirebon”, dengan pendekatan metafor udang yang dikombinasikan dengan unsur tradisional Khas Cirebon (batik trusmi) pada bagian fasad bangunan. Pembimbing untuk Tugas Akhir Rosa adalah Drs. Rd. Irawan Surasetja, M.T. (I) dan Nuryanto, S.Pd., M.T. (II). Hadir sebagai penguji pada Sidang Tugas Akhir yaitu: Drs. Dadang Ahdiat, MSA, dan Adi Ardiansyah, S.Pd., M.T. Kedua mahasiswa peserta sidang mampu mempertahankan karyanya di depan penguji dengan hasil memuaskan, walaupun tetap terdapat beberapa catatan perbaikan. Selamat kepada Ai Neni Sriyani dan Rosa Meliana yang telah mendapatkan yudisium dalam hasil sidang yang disampaikan dan ditutup secara resmi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FPTK UPI, Bapak Dr. Iwa Kuntadi, M.Pd., dan berhak menyandang gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars.); Wilujeng…… (Sumber: Nuryanto)