Pengabdian Masyarakat PAKUBA- Kab. Garut-2017

Pengabdian Masyarakat Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur

Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur bekerjasama dengan Pemerintah Desa Sudalarang Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut dan Keluarga Mahasiswa Arsitektur-Kridaya (KMA-Kridaya) DPTA-FPTK Universitas Pendidikan Teknik Arsitektur melaksanakan Pengabdian Masyarakat (pengmas) pada Masyarakat Paguyuban Kuli Bangunan (PAKUBA) di desa tersebut. Kegiatan pengmas dilaksanakan pada Hari Sabtu, 20 Mei 2017 bertempat di Kantor Desa Sudalarang.pengmas-2017 
1Tema kegiatan tersebut yaitu: “Pelatihan Pemasangan Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan” yang menghadirkan dua orang instruktur dari Emka Trust-Bandung; Bapak Nurcahya, S.Pd., dan Bapak Iden Wildensyah, S.Pd., M.M. yang merupakan alumni dari Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI. Pengabdian Masyarakat ditutup secara resmi oleh Kepala Desa Sudalarang dengan pemberian plakat dan sertifikat secara simbolis oleh Sekretaris Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur, Bapak Nuryanto, S.Pd., M.T. kepada perwakilan peserta. Para peserta, mahasiswa, dosen, dan Kepala Desa berfoto bersama di depan rangka konstruksi kuda-kuda baja ringan yang telah selesai dirakit bersama oleh para peserta didampingi para instruktur. Kegiatan berlangsung lancar dan hasil rakitan kuda-kuda baja ringan diserahterimakan oleh Ibu Lilis Widaningsih mewakili Panitia Pengmas kepada pihak Desa Sudalarang melalui kepala desanya. Dosen yang hadir pada kegiatan pengmas yaitu: Ibu Lilis Widaningsih, S.Pd., M.T., Bapak Nuryanto, S.Pd., M.T., Bapak Restu Minggra, S.Pd., M.T., dan Ibu Indah Susanti, S.Pd., M.T., serta mahasiswa sebanyak 15 orang termasuk Ketua KMA-Kridaya, Irfan Mustofa. Semoga kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sudalarang, khususnya untuk para pekerja konstruksi bangunan (PAKUBA) di Desa Sudalarang dalam meningkatkan kompetensi keahliannya.

Masyarakat Desa Sudalarang berharap, kegiatan serupa dan kerjasama yang baik antara Departemen Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI dengan Pemerintah Desa Sudalarang dapat terus dilanjutkan secara simultan, karena peran Perguruan Tinggi sangat berarti bagi kemajuan desa, khususnya para pekerja konstruksi bangunan dalam memperbaiki kualitas keahlian dan sumber daya desanya (Sumber: Nuryanto; 20/05/2017).  

Kuliah Lapangan-IKEA Alam Sutera Tangerang

Kuliah Lapangan Prodi Pendidikan Teknik Arsitektur Ke IKEA-Tangerang

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur, Departemen Pendidikan Teknik Arsitektut FPTK Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan Kuliah Lapangan (Field Trip) ke IKEA di Alam Sutera-Tangerang yang dilaksanakan pada Hari Senin, 17 April 2017. Kuliah lapangan diikuti oleh 48 Mahasiswa dan 3 orang Dosen dengan tujuan ke Mesjid Istiqlal, Gereja Kathedral, Konsultan Arsitektur, dan IKEA di Kompleks Perumahan Kota Mandiri Alam Sutera-Tangerang. Kuliah lapangan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang objek-objek arsitektur yang berhubungan dengan beberapa matakuliah yang terkait, seperti Sejarah Arsitektur, Perancangan Arsitektur, dan Struktur-Konstruksi. Dosen Pembimbing yang ikut dalam kegiatan tersebut yaitu: Ibu Riskha Mardiana, Bapak Nuryanto, dan Bapak Yudhistira Kusuma. Dalam kunjungannya ke Mesjid Istiqlal dan Gereja Kathedral, mahasiswa dapat melihat secara langsung karya arsitektur yang sangat indah, mulai dari bentuk, ornamen, lansekap, gaya atau langgam, serta detail-detail yang ada pada bagian interiornya. Hal tersebut dapat menjadi inspirasi bagi tugas dan profesinya setelah lulus.

Kunjungan di IKEA yang merupakan salah satu pusat furniture terbesar di Indonesia, mahasiswa secara langsung melihat bentuk-bentuk furniture dengan berbagai style yang sangat unik. Peserta kuliah lapangan merasa kurang lengkap, karena tidak dapat langsung melihat proses produksi, sehingga waktu yang tersedia dihabiskan untuk melihat dan mengamati produk-produk IKEA yang ada di etalase tiap lantainya. Pengalaman kuliah lapangan selama satu hari penuh tersebut memberikan gambaran nyata untuk mahasiswa tentang berbagai hal yang berhubungan dengan arsitektur, sehingga teori yang dipelajarinya di ruang kuliah dapat menemukan korelasi ilmiah (scientific) dengan kenyataannya di lapangan, tentang arsitektur dan furnitur (Sumber: Nuryanto; 20/04/2017).